PLC dan Elektropneumatic

image

ALAT-ALAT BANTU SEBAGAI PENDUKUNG PLC

A. PENDAHULUAN
Peralatan pendukung pengoperasian PLC banyak digunakan karena pertimbangan kemampuan hantar arus PLC. Oleh sebab itu untuk mengoperasikan peralatan dengan jumlah arus diatas 3 Ampere PLC membutuhkan peralatan pendukung untuk mensupport pengoperasian mesin-mesin di Industri dsb.
Penggunaan peralatan pendukung ini harus memperhatikan kemampuan hantar arus, efektifitas rangkaian, keamanan dll.
Alat-alat pendukung yang banyak digunakan antara lain : kontaktor magnet (magnetic contactor), relay, TOR (thermal overload Relay), MCB (mini Circuit Breaker), MCCB, ELCB dsb.

B.  KONTAKTOR MAGNET
Unit ini merupakan bagian dasar dari unit-unit berikutnya, sehingga pada bagian ini akan banyak membahas tentang penggunaan dan prinsip kerja kontaktor. Kontaktor magnet atau saklar magnet ialah saklar yang bekerja berdasarkan kemagnetan. Artinya saklar ini bekerja jika ada gaya kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan pelepas kontak-kontak. Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan arus dan memutuskan arus dalam  keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi. Sebuah kontaktor magnetnya (koil) dapat dirancang untuk arus searah (arus DC) atau arus bolak-balik (arus AC). Kontaktor arus AC ini pada inti magnetnya dipasang cincin hubung singkat, gunanya adalah untuk menjaga arus kemagnetan agar kuntinu sehingga kontaktor tersebut dapat bekerja normal. Sedangkan pada kumparan magnet yang dirancang untuk arus DC tidak dipasang cincin hubung singkat.
            Ukuran dari kontaktor ditentukan oleh batas kemampuan hantar arusnya. Biasanya pada kontaktor terdapat beberapa kontak, yaitu kontak normal membuka (Normally Open = NO) dan kontak  normal tertutup (Normally Close = NC). Kontak NO berarti saat kontaktor magnet belum bekerja kedudukannya membuka dan bila kontaktor bekerja kontak itu menutup/menghubung. Sedangkan kontak NC berarti saat kontaktor belum bekerja kedudukan kontaknya menunup dan bila kontaktor bekerja kontak itu membuka. Jadi fungsi kerja kontak NO dan NC berlawanan. Kontak NO dan NC bekerja membuka sesaat lebih cepat sebelum kontak NO menutup.
Fungsi dari kontak-kontak dibuat untuk kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama terdiri dari kontak NO dan kontak bantu terdiri dari kontak NO dan NC. Kontruksi dari kontak utama berbeda dengan kontak bantu, yang kontak utamanya mempunyai luas permukaan yang luas dan tebal. Kontak bantu luas permukaannya kecil dan tipis.

            Kontak utama digunakan untuk mengalirkan arus utama yaitu arus yang diperlukan untuk pesawat pemakai listrik, pesawat pemanas dan sebagainya. Sedangkan kontak bantu digunakan sebagai rangkaian kendali (control),  untuk mengalirkan arus bantu yaitu arus yang diperlukan untuk kumparan magnet, alat bantu rangkaian, lampu-lampu indikator, dan lain-lain. Notasi dan penomoran kontak-kontak kontaktor sebagai berikut. 
circuit plc

Gambar 37  Simbol Konstruksi Kontaktor Magnet

Jika digunakan untuk I/O PLC maka coil (A1-A2) sebagai kontak (bit) output sedangkan kontak bantu dan kontak utama (baikNO maupun NC) sebagai bit (kontak) input.

Contoh rangkaian berikut menggunakan kendali PLC dengan timer .



Jika gambar kendali disamping adalah mengoperasikan mesin secara bergantian secara manual kita buat menjadi mengoperasikan mesin bergantian secara otomatis setiap 10 menit maka diagram laddernya menjadi sbb :


Pada gambar diatas ladder untuk menggantikan gambar diatas output 01002 menggantikan coil (A1-A2) dari kontaktor 1 (K1) dan output 01003 menggantikan coil (A1-A2) dari kontaktor 2 (K2).
Jadi output PLC (01002 dan 01003) dihubungkan ke coil masing-masing sedangkan kontak NO (13-14) dan NC (21-22) pada kontaktor tidak digunakan karena sudah digantikan oleh PLC dengan bit (kontak) 00000 dan 00001

C. THERMAL OVERLOAD RELAY  /TOR (Beban Lebih)

            Over load relay adalah piranti-piranti yang paling ekonomis untuk dipergunakan sebagai pengaman motor terhadap beban lebih, baik pada waktu starting maupun pada waktu bekerja (running)
Bagian-bagian terpenting dari sebuah overload relay adalah :
1.    Elemen pemanas (heater)
2.    Bimetal
3.    Kontak-kontak overload (NC dan NO)
Lain-lainnya adalah tombol reset, pengatur nilai arus OL, dan triping bar over load relay dipasang tersendiri atau dapat juga dijepitkan langsung ke kontak-kontak kontaktor magnet.
Cara kerja :
Apabila beban lebih terjadi, pada motor maka arus beban lebih yang besar mengalir kedalam gulungan-gulungan stator motor tersebut. Kondisi begini akan membahayakan, motor akan terbakar karenanya. Dengan adanya overload relay maka motor dapat terhindar dari kerusakan atau terbakar.  Oleh karena heater tersambung deret dengan gulungan-gulungan stator motor maka arus beban-lebih yang mengalir akan memanasi heater tersebut, sehingga membuat bimetal ikut panas dan akhirnya melengkung. Bimetal ini kemudian mendorong trip bar yang selanjutnya membuat kontak-kontak NC  overload menjadi terbuka.
Terbukanya kontak-kontak NC, ini mengakibatkan aliran arus didalam rangkaian kontrol terputus. Coil kontaktor menjadi hilang  kemagnitannya dan semua kontak-kontak utama kontaktor kembali terbuka seperti semula, dan motor pun berhenti berputar.
Selanjutnya, apabila motor akan dijalankan kembali (beban sudah dinormalkan lebih duhulu) maka tekanlah tombol reset sebelum mulai menekan tombol start. Tanpa       me-reset lebih dahulu, motor tak dapat di start kembali.
Over load relay mampu juga memberikan proteksi terhadap :
1.    Undervoltage (tegangan kurang)
Single phasing atau 2 fasa ( motor bekerja dengan 1 kawat  fasa terlepas )






Gambar 38  Simbol Thermal Over Load Relay (TOR)
Hal – hal yang perlu diperhatikan pada aplikasi dan pengoperasikan overload relay:
1.    Over load relay dengan manual reset: selalu digunakan pada piranti-piranti dengan kontak yang terus menerus berhubungan (two wire kontrol), misalnya saklar-saklar tekanan (pressure switch) dan saklar-saklar limit (limit switch), untuk mencegah start kembali secara otomatis (automatic restarting)
2.    Overload relay dengan outomatic reset: dapat digunakan hanya untuk piranti-piranti dengan impulse contact, misalnya tombol tekan dan lain-lain, sebab dengan dinginnya kembali alat pengetrip tidak membuat hubungan kembali secara otomatis (automatic reconnection)
3.    Pengetesan overload relay :
a.    Lakukan, single phasing, ketika motor sedang bekerja dalam beban penuh, atau
b.    Alirkan arus ke motor dengan rotor yang tertahan (stalled rotor)
4.    Nilai arus overload disetel sesuai dengan nilai nominal motor (the rated motor current). Bila distel terlalu rendah dari nilai arus motor dan jika terlalu tinggi maka proteksi beban penuh tidak bias dijamin.
5.    Overload relay harus bekerja bilamana konsumsi arus motor meningkat, disebabkan oleh beban lebih mekanis, undervoltage dan/atau single phasing pada waktu motor dalam kondisi beban penuh.  Dan relay ini juga harus bekerja bila mana motor gagal untuk start yang dikarenakan oleh tertahannya rotor (stalled totor), Undervoltage ataupun single phasing.
6.    Overload relay akan rusak; pada waktu terjadi hubung singkat dibagian sisi beban dari relay jika nilai sikring back-up terlalu tinggi. Hal ini akan membahayakan kontaktor dan motor.
Kontak NC dan NO (95-96 dan 97-98) dari TOR jika digunakan pada kendali PLC sebagai bit (kontak) input dari PLC.

D.RELAY PENUNDA WAKTU  (Time Delay Relay)
Relay penunda waktu  banyak digunakan pada instalasi motor terutama pada instalasi yang membutuhkan pengaturan waktu secara otomatis.




Gambar 39   Simbol Timer Delay Relay (TDR)

TDR adalah relay penunda waktu yang dilengkapi dengan suatu peralatan yang dapat menggerakkan komponen-komponen mekanik secara otomatis apabila diberi arus listrik. Bekerjanya komponen-komponen tersebut dapat diatur waktunya sesuai dengan yang dibutuhkan.

E.CIRCUIT BREAKER
Peralatan lain yang juga berfungsi  sama dengan pengaman lebur ialah circuit breaker. Alat ini bekerja bedasarkan besarnya arus yang mengalir serta lamanya arus tersebut mengalir. Prinsip pemutusan berdasarkan panas (termis) maka dikenal dengan pengaman termis arus lebih. Adakalanya pengaman lebur dipasang bersamaan dengan circuit breaker pada suatu instalasi untuk mencegah gangguan sekecil mungkin. Alat ini mempunyai kelebihan, yaitu dapat dihubungkan kembali (reset) setelah putus, yaitu dengan menekan tombol reset. Sebagian alat ini mempunyai tombol reset, tetapi akan kembali normal setelah beberapa waktu.
MINIATUR CIRCUIT BREAKER  ( MCB )
Peralatan yang kecil dari circuit breaker disebut miniature circuit breaker ( MCB ) yang merupakan alat pemutus otomatis yang sangat baik digunakan untuk mendektisi besarnya arus lebih. MCB bekerja sebagaimana termal overload relay, mempunyai bimetal yang dapat panas bila dialiri arus lebih. Jika terjadi arus lebih pada rangkaian, bimetal akan menjadi panas dan melengkung memutuskan kontak listrik sehingga rangkaian terlindungi. Karakteristik arus waktu untuk MCB hampir sama dengan pengaman lebur. Karena itu MCB sering digunakan bersama dengan pengaman lebur. Dalam instalasi motor dengan kapasitas arus lebih dari 100 A, MCB harus dipasang bersamaan dengan pengaman lebur.
Besar MCB sebagai pengaman instalasi untuk penerangan harus sebasar I sekering > I nominal yang mengalir, sedangkan untuk pengaman instalasi tenaga seperti motor listrik harus sebesar 125 % dari arus nominal yang mengalir pada  motor.




Gambar 40. Simbol Miniatur Circuit Breaker (MCB)

F.      MOTOR KAPASITOR

Motor ac fasa tunggal ( single fasa motors ) terdapat dalam beberapa macam  antara lain : motor shaded pole, motor universal, motor splite fasa, motor repulsi, motor capasitor, dll.
Motor capasitor adalah motor fasa tunggal yang menggunakan capasitor yang dihubungkan seri dengan gulungan bantu.
Bagian-bagian penting dari motor ini adalah :
  1. Rotor ( bagian yang berputar ) , tipe rotor sangkar atau squirel cage rotor pada porosnya terdapat sakelar sentrifugal(bekerja saat motor mencapai putaran 75-80%).
  2. Stator ( bagian yang diam ) terdapat 2 macam gulungan yaitu : gulungan utama atau gulungan kerja ( main winding ) dan gulungan bantu ( starting winding/auxillary winding ).
Gulungan bantu biasanya mempunyai jumlah lilitan yang sama dengan gulungan utama tetapi diameter kawatnya lebih kecil. 
  1. Kapasitor, umunya dihubungkan secara deret dengan gulungan bantu, adanya kapasitor ini menyebabkan mempunyai kopel yang tinggi.
Cara kerjanya : Apabila ujung-ujung motor dihubungkan ke sumber arus bolak-balik ( ac ) maka kedua gulungan stator dilalui arus sehingga ditimbulkan medan magnit pada stator. Adanya medan magnit stator ini menyebabkan timbulnya medanmagnit induksi pada rotor.
Kedua medan magnit tadi kemudian berinteraksi sehingga menyebabkan motor berputar. Selanjutnya setelah motor berputar dan mencapai kira-kira 75 % kecepatan penuh maka arus yang mengalir pada gulungan bantu terputus, pemutusan ini dilakukan oleh saklar sentrifugal ( centrifugal switch ) yang bekerja berdasarkan adanya gayaputar atau pusing atau gayasentrifugal, jadi bukan karena kelistrikan. Setelah gulungan bantu ini terlepas hubunganya maka selanjutnya yang bekerja adalah gulungan utama saja, pada saat ini motor boleh diberikan beban.
Aplikasi : Motor ini membutuhkan kopel starting dengan pemakaian arus starting yang rendah ( 300 – 350 % dari torsi atau kopel beban penuh dan 450 % dari arus beban penuh ).
Sangat ideal digunakan untuk kompresor, pompa, refrigerator, exhaust fan, mesin cuci, gerinda , mesin bor duduk dan lain-lain.
Cara membalik arah putaran : Pada prinsipnya membalik arah putaran motor kapasitor dapat dilakukan dengan cara merubah arah arus yang mengalir baik gulungan utama maupun gulungan bantu , praktisnya dilakukan pada gulungan bantu.
Motor Kapasitor dibagi dalam 3 tipe yaitu :
Capasitor start – induction run ( kapasitor yang tersambung deret gulungan bantu hanya digunakan selama periode starting saja ) atau motor CSIR



B. Plain Capasitor ( Kapasitor dan gulungan bantu terhubung dengan arus listrik selama motor ini bekerja ). Atau motor PSC (permanent start capasitor)



BSE Bahasa Indonesia SMK Kelas X

Bahasa Indonesia SMK Kelas X


Puji syukur hanya pantas dipersembahkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat berupa kemudahan, kelancaran, dan petunjuk-Nya yang diberikan sehingga penyusun dapat menyelesaikan buku panduan Bahasa Indonesia Kelas X untuk SMK.

Buku ini bagus dan sangat tepat dijadikan buku acuan siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan alasan sebagai berikut.

1.    Isi buku terbagi atas beberapa bab untuk kelas X dengan mengacu pada standar kompetensi (SK) yang mengarah pada kemampuan berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat semenjana.
2.    Judul setiap bab sama dengan kompetensi dasar (KD) pada silabus, begitu pula susunannya sehingga dengan menggunakan buku ini guru tidak perlu membolak balik bab atau halaman untuk menyesuaikan isi buku dengan tuntutan penyajian yang ada pada silabus.
3.    Kompetensi dasar yang harus dicapai pada tingkat semenjana ini berjumlah 12 sama dengan jumlah bab dalam buku ini. Dengan mempelajari seluruh isi buku, tuntutan materi dan kompetensi yang ada pada silabus sesuai Standar Isi SK dan KD sudah dapat terpenuhi.
4.    Penentuan subjudul pada setiap bab disesuaikan dengan tuntutan dan tahapan yang ada pada indikator serta materi pembelajaran dalam silabus.
5.    Dalam menyajikan uraian pada setiap pokok materi pembelajaran, penulis menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna disertai dengan berbagai contoh sehingga diharapkan siswa dapat dengan mudah memahaminya.

Tercapainya kompetensi dasar yang meliputi keterampilan berbahasa yaitu menyimak, membaca, berbicara, dan menulis merupakan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Melalui buku ini diharapkan siswa aktif menggali pengetahuan dan kompetensi berbahasa sesuai tingkat semenjana dengan bimbingan guru.


BAB I MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI LAFAL, TEKANAN, INTONASI, DAN JEDA YANG LAZIM/BAKU DAN YANG TIDAK.
A. Tujuan Menyimak
B. Pemahaman terhadap Lafal, Tekanan, Intonasi dan Jeda
C. Ciri Bahasa Indonesia Baku
UJI KOMPETENSI

BAB II MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI INFORMASI LISAN DALAM KONTEKS  ERMASYRAKAT.
A. Memahami Sumber Informasi
B. Jenis Informasi
C. Ragam Bahasa
D. Memahami Penanda Uraian Proses dan Hasil
UJI KOMPETENSI

BAB III MEMBACA CEPAT UNTUK MEMAHAMI INFORMASI TERTULIS DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT
A. Membaca Cepat Pemahaman
B. Membaca Lanjutan dengan Sistem Membaca Layap (Skimming) dan Membaca Memindai (Scaning)
C. Teknik Membuat Catatan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X x
D. Teknik Menyusun Bagian
E. Menafsirkan Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan Idiomatik
UJI KOMPETENSI

BAB IV MEMAHAMI INFORMASI TERTULIS DALAM BERBAGAI BENTUK TEKS.
A. Mengindentifikasi Sumber Informasi dengan Teknik
Membaca Cepat
B. Mengindentifikasi Jenis Teks Tertulis
C. Teknik Membuat Catatan
D. Ciri Penanda Masalah, Gaya Tulisan, Fakta, Opini, Proses, dan Hasil yang Terdapat dalam Teks
E. Membaca Grafik, Tabel, dan Bentuk Informasi Nonverbal Lainnya
F. Membuat Simpulan
UJI KOMPETENSI

BAB V MELAFALKAN KATA DENGAN ARTIKULASI YANG TEPAT
A. Bunyi dan Alat Ucap Manusia
B. Melafalkan Kata Secara Baku dan Membedakannya dengan Lafal Daerah
C. Pelafalan Kata Serapan
UJI KOMPETENSI

BAB VI MEMILIH KATA, BENTUK KATA, DAN UNGKAPAN YANG TEPAT
A. Pilihan Kata dan Bentukan Kata dalam Kaitannya dengan Konteks atau Topik Pembicaraan
B. Memanfaatkan Kata Bersinonim untuk Menghindari Kata yang Sama dalam Satu Kalimat/Paragraf
C. Makna Leksikal, Makna Kontekstual (Situasional), Makna Struktural, dan Metaforis
xi Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
D. Majas dan Peribahasa
E. Pilihan Kata dalam Laras Bahasa.
UJI KOMPETENSI
TES SEMESTER GANJIL

BAB VII. MENGGUNAKAN KALIMAT YANG BAIK TEPAT DAN SANTUN
A. Syarat-Syarat Kalimat yang Baik dan Komunikatif
B. Kalimat yang Komunikatif, tetapi Tidak Cermat
C. Kalimat yang Cermat, tetapi Tidak Komunikatif
D. Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun
UJI KOMPETENSI

BAB VIII MENGUCAPKAN KALIMAT DENGAN JELAS, LANCAR, BERNALAR, DAN WAJAR
A. Tekanan, Intonasi, Nada, Irama, dan Jeda
B. Membaca Indah
C. Membaca Teks Pengumuman
UJI KOMPETENSI

BAB IX MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN KATEGORI/KELAS KATA
A. Kelas Kata
B. Frasa dan Macamnya
C. Memanfaatkan Kelas Kata dalam Perincian pada Kalimat
UJI KOMPETENSI

BAB X MEMBUAT BERBAGAI TEKS TERTULIS DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X xii
A. Perencanaan Membuat Karangan
B. Pola Pengembangan Karangan
C. Menulis Berbagai Jenis Karangan
UJI KOMPETENSI

BAB XI MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA SECARA TERTULIS SESUAI DENGAN SITUASI KOMUNIKASI
A. Kalimat Tanya
B. Macam-Macam Kalimat Tanya
UJI KOMPETENSI

BAB XII MEMBUAT PARAFRASA DARI TEKS TERTULIS
A. Memahami Parafrasa
B. Cara Memparafrasa Wacana 


BSE Mata pelajaran Bahasa Indonesia SMK Kelas X dapat di download KLIK DISINI

Modul PHP


Pengertian PHP


PHP merupakan singkatan dari "PHP: Hypertext Preprocessor", adalah sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat.

 

 Hubungan PHP dengan HTML


Halaman web biasanya disusun dari kode-kode html yang disimpan dalam sebuah file berekstensi .html. File html ini dikirimkan oleh server (atau file) ke browser, kemudian browser menerjemahkan kode-kode tersebut sehingga menghasilkan suatu tampilan yang indah. Lain halnya dengan program php, program ini harus diterjemahkan oleh web-server sehingga menghasilkan kode html yang dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri sendiri ataupun disisipkan di antara kode-kode html sehingga dapat langsung ditampilkan bersama dengan kode-kode html tersebut. Program php dapat ditambahkan dengan mengapit program tersebut di antara tanda <? dan ?>. Tanda-tanda tersebut biasanya disebut tanda untuk escaping (kabur) dari kode html. File html yang telah dibubuhi program php harus diganti ekstensi-nya menjadi .php atau .php3.
          PHP merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side HTML=embedded scripting, di mana script-nya menyatu dengan HTML dan berada si server. Artinya adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. PHP dikenal sebgai bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML, dieksekusi di server dan digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti ASP (active Server Pages) dan JSP (Java Server Pages).
            PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C. Semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya. Kemudian ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan script PERL yang dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Kemudian pada tahun1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah mampu mengakses database dan dapat terintegrasi dengan HTML.
            Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0 yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya..
            Versi teranyar yaitu PHP 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya. Perubahan yang paling mendasar pada PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine yang dibuat oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP3 scripting engine. Yang lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan seperti pada PHP3.            Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini, aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan web server.

 

Kelebihan PHP


            Ketika e-commerce semakin berkembang, situs-situs yang statispun semakin ditinggalkan Karena dianggap sudah tidak memenuhi keinginan pasar karena situs tersebut harus tetap dinamis selama setiap hari. Pada saat ini bahasa PERL dan CGI sudah jauh ketinggalan jaman sehingga sebagian besar designer web banyak beralih ke bahasa server-side scripting yang lebih dinamis seperti PHP.
             Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan system database di dalam web. Sistem database yang dapat didukung oleh PHP adalah :
  1. Oracle
  2. MySQL
  3. Sybase
  4. PostgreSQL
  5. dan lainnya
PHP dapat berjalan di berbagai system operasi seperti windows 98/NT, UNIX/LINUX, solaris maupun macintosh.
            PHP merupakan software yang open source yang dapat anda download secara gratis dari situs resminya yaitu http://www.php.net, ataupun dari situs-situs yang menyediakan software tersebut seperti di ftp://gerbang.che.itb.ac.id.
            Software ini juga dapat berjalan pada web server seperti PWS (Personal Web Server), Apache, IIS, AOLServer, fhttpd, phttpd dan sebagainya. PHP juga merupakan bahasa pemograman yang dapat kita kembangkan sendiri seperti menambah fungsi-fungsi baru.
            Keunggulan lainnya dari PHP adalah PHP juga mendukung komunikasi dengan layanan seperti protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3 bahkan HTTP.
            PHP dapat diinstal sebagai bagian atau modul dari apache web server atau sebagai CGI script yang mandiri. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika menggunakan PHP sebagai modul dari apache di antaranya adalah :
  1. Tingkat keamanan yang cukup tinggi
  2. waktu eksekusi yang lebih cepat dibandingkan dengan bahasa pemograman web lainnya yang berorientasi pada server-side scripting.
  3. Akses ke system database yang lebih fleksibel. seperti MySQL.
Dalam modul ini kita akan mempelajari PHP sebagai server-side scripting yang menggunakan apache sebagai webserver. Versi PHP yang kita gunakan adalah PHP4 untuk windows.
INSTALASI WEBSERVER

·   Pendahuluan
·   Modul PHP Pada Apache
·   Modul Perl
·   Instalasi
·   Konfigurasi PHP

Pendahuluan
           
Web server merupakan server internet yang mampu melayani koneksi transfer data dalam protocol HTTP. Web server merupakan hal yang terpenting dari server di internet dibandingkan server lainnya seperti e-mail server, ftp server ataupun news server. Hal ini di sebabkan web server telah dirancang untuk dapat melayani beragam jenis data, dari text sampai grafis 3 dimensi. Kemampuan ini telah menyebabkan berbagai institusi seperti universitas maupun perusahaan dapat menerima kehadirannya dan juga sekaligus menggunakannya sebagai sarana di internet.
            Web server juga dapat menggabungkan dengan dunia mobile wireless internet atau yang sering di sebut sebagai WAP (wireless Access Protocol) yang banyak digunakan sebagai sarana handphone yang memiliki fitur WAP. Dalam kondisi ini, webserver tidak lagi melayani data file HTML tetapi telah melayani WML (wireless Markup Language)
Salah satu software yang biasa digunakan oleh banyak web master di dunia adalah apache. Software tersebut dapat kita download secara gratis dari web resmi apache yaitu http://www.apache.org. Apache merupakan software open source yang sekarang ini sudah merebut pasar dunia lebih dari 50%. Web server ini fleksibel terhadap berbagai system operasi seperti windows9x/NT ataupun unix/linux. Dalam penggunaanya.
Apache merupakan turunan dari webserver yang dikeluarkan oleh NCSA yaitu NCSA HTTPd pada sekitar tahun 1995.
Kelebihan web  server Apache :

  • Freeware (software gratisan)
  • Mudah diinstall.
  • Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi .
  • Mudah mengonfigurasinya.
  • Apache Web server mudah dalam menambahkan periferal lainnya ke dalam platform web servernya, misalnya : untuk menambahkan modul, cukup hanya menset file konfigurasinya agar mengikutsertakan  modul itu kedalam kumpulan modul lain yang sudah dioperasikan.
  • Dapat dijadikan pengganti bagi NCSA web server.
  • Perbaikan terhadap kerusakan dan error pada NCSA 1.3 dan 1.4
  • Merespon client ebih  cepat daripada server NCSA.
  • Mampu di kompilasi sesuai dengan spesifikasi HTTP yang sekarang.
  • Menyediakan feature untuk multihomed dan virtual server.
  • Kita dapat men-set respon error yang akan dikirim web server dengan menggunakan file atau skrip.
  • Secara otomatis menjalankan file index.html, halaman utamanya, untuk ditampilkan secara otomatis pada clientnya.
  • Lebih aman karena memiliki level-level pengamanan
  • Apache mempunyai komponen dasar terbanyak di antara webserver-webserver lain, yang berarti bahwa webserver Apache termasuk salah satu dari webserver yang lengkap.
  • Performansi dan konsumsi sumberdaya (resource) dari webserver apache tidak terlalu banyak, hanya seandar 20 MB untuk file-file dasarnya dan setiap daemonnya hanya memerlukan seandar 950 KB memory per-child.
  • Mendukung transaksi yang aman (secure transaction) menggunakan SSL (Secure Socket Layer).
  • Mempunyai dukungan teknis melalui web.
  • Mempunyai kompatibilitas platform yang tinggi.
  • Mendukung third party berupa modul-modul tambahan.

 

Modul PHP Pada Apache


Apache web server mendukung penambahan modul-modul. Diantara modul yang sering dipakai adalah modul php. PHP (Personal Homep Page  Tool) adalah salah satu jenis aalat yang digunakan untk membuat halaman web anda menjadi lebih menarik, lebih aman, dan lebih dinamik. Pada dasrnya PHP miirip dengan bahsa script yang lainnya seperti asp, Javascript , Visual BASic atau yang lainnya, namun keuntungannya adalah pada PHP tidak diperlukan tambahan pada sisi webclient seperti halnya Javascript dan Visual Basic script, sehingga lebih luas penggunaannya.
Beberapa keunggulan PHP dibandingkan dengan yang lain :
  • Autentikasi http menggunakan PHP menggunakan fungsi header() yang ada dalam modul apache PHP.
  • Pembuatan file GIF menggunakan  library GD yang dikompilasi saat menginstall php.
  • PHP dapat menerima metoda upload file
  • Mendukung penggunaan cookie
  • Mendukung integrasi dengan database
  • Mendukung ekspresi regular seperti ereg(), ereg_replace() dan lainnya.
  • Penanganan kesalahan berdasarkan tingkat kesalahan.

Modul Perl


Disamping modul php, apache juga mendukung modul perl. Integrasi modul perl ke apache didapatkan dengan menghubungkan “Perl runtime library” ke server dan menyediakan interface Perl yang berorientasi objek ke server. Ini memungkinkan anda untuk menuliskan module-module Apache dalam lingkunagn Perl. Selain itu melekatnya interpreter dalam server anda akan menghindarkan penggunaan interpereter eksternal dan akan menghemat waktu start-up Perl. Script dalam modul perl bekerja hampir menyamai script under CGI, sehingga programmer bisa mengubah script yang bekerja under CGI ke under Perl tanpa banyak perubahan. Kelebihan mod_perl untuk server apache antara lain ia mempunyai kecepatan akses lebih tinggi untuk HTTP request. Selain itu mod_perl punya kelebihan dalam header parser, uri translate, otentikasi, otoritas, akses, type check, fix up, dan pencatat request.

Instalasi


          Setelah kita berhasil mendownload dan apache tersebut, maka kita dapat menginstalnya seperti biasa. Apache yang kita gunakan pada modul ini adalah apache_1_3_12_win32. Software ini bentuknya application, sehingga kita bisa langsung menginstalnya seperti software lainnya.
            Setelah kita berhasil menginstalnya, jika kita tidak melakukan perubahan directory ketika menginstalnya maka software tersebut akan otomatis tersimpan di directory “c:\program files\Apache Group”.
            Agar apache dapat berjalan dengan baik dan benar, maka kita harus mengedit suatu file yang berfungsi mengkoordinir dan menghubungkan antara webserver dengan modul PHP yang telah ada. File tersebut adalah “httpd.conf”. File tersebut berada di folder “c:\program files\Apache Group\Apache\conf\httpd.conf”.
            Isi file tersebut dan apasaja yang harus di edit agar apache kita dapat menjadi sebuah web server yang benar akan di jelaskan di bawah ini :

                ServerType <standalone|inetd>
Disini anda menentukan apakah akan mejalankan Apache sebagai http daemon sendiri atau lewat inetd. Pilihan inetd hanya untuk apache berbasis Unix. Defaultnya adalah standalone, dengan pilihan ini apache dapat memberikan performanya secara maksimal. Bila ingin diubah menjadi inetd maka tinggal mengganti baris standalone menjadi inetd.

                ServerRoot “C:/Program Files/Apache Group/Apache
Perintah ini menentukan letak direktori yang berisi semua file-file konfigurasi maupun file binari (eksekusi) apache. Defaultnya akan menyesuaikan pada saat konfigurasi.

LockFile logs/httpd.lock
Directory untuk lock file. Defaultnya ia akan bertanda pagar (tidak diaktifkan).

PidFile  logs/httpd.pid
File yang digunakan server untuk meyimpan nomor identifikasi proses (pid) saat apache dijalankan dan aktif jika menggunakan server type standalone

ScoreBoardFile logs/httpd.scoreboard           
File yang digunakan untuk menyimpan informasi internal dari proses server seperti komunikasi antar child dan parent process yang mungkin dibutuhkan oleh beberapa arsitektur computer.

ResourceConfig conf/srm.conf
AccesConfig conf/acces.conf
Pilihan untuk membaca file srm.conf dan access.conf secara berurutan. Apache secara default telah memproses kedua file secara berurutan sehingga dapat anda biarkan keduanya ditandai pagar.

Timeout 300
Jumlah waktu (dalam detik) yang diberikan server untuk menunggu klien saat mengakses server.  

KeepAlive On
Berlaku untuk server standalone untuk menetukan apakah server memperbolehkan lebih dari satu permintaan dalam satu koneksi. Untuk non-aktif isikan Off.

MaxKeepAliveRequest 100
Berlaku untuk server standalone. Menentukan jumlah maksimum permintaan dalam satu koneksi yang bersamaan. Set0 jika tidak dibatasi.

KeepAliveTimeOut 20
Berlaku untuk server standalone yaitu jumlah waktu (dalam detik) untuk menunggu permintaan berikutnya dari klien yang sama dan koneksi yang besamaan.

MinSpareServer 5
MaxSpareServer 10
Berlaku untuk server standalone dan digunakan untuk menentukan minimum atau maksimum spare (idle) yang digunakan saat koneksi dilakukan.

StartServer 6
Berlaku untuk server standalone yang menentukan jumlah server yang berjalan ditandai saat diaktifkan (ditandai dengan jumlah PID).

MaxClients 100      
Berlaku untuk server standalone yang menentukan jumlah maksimal klien yang dapat mengakses secara simultan.

MaxRequestPerChild 40
Jumlah permintaan maksimal untuk mempergunakan childprocess. Bila diset 0 maka childprocess akan akan berlangsung terus dan tidak akan mati.

Listen 12.34.56.78:80
Setting server untuk melayani port dan atau alamat IP .Hal ini sangat berguna jika anda memakai satu mesin yang punya beberapa nomor IP dan atau nama DNS samaran.

BindAddress *
Dukungan virtual hosts dengan memerintahkan apache untuk mengikat beberapa alamat. Bisa diisi dengan *, alamat IP atau nama domain internet yang memenuhi syarat.

Port 80
Port yang digunakan oleh server. Standarnya memakai port 80.

User   nobody
Group  nobody
Nama user dan group yang menjalankan httpd. Defaultnya adalah user nobody dan group nobody.

ServerAdmin firdaus@tpb.itb.ac.id
Alamat email untuk mengirimkan/memberitahu halaman yang dibuat secara otomatis oleh server. Misalnya untuk mengirim pesan error.

ServerName www.firdausadnan.com
Untuk  setting nama server anda. dengan menggunakan standar fqdn (fully quailified domain name) dan harus merupakan nama yang ada dalam DNS (Domain Name Service) jaringan anda. Jika tidak yakin isikan nomor IP.

DocumentRoot "C:\wwwroot\html"

Perintah untuk setting lokasi direktori web yang akan diterbitkan sebagai webpage.

UserDir public_html
Menyatakan letak direktori homepage bagi masing-masing user pada sistem Unix tempat Webserver anda di install. Jika perintah ini diset, maka tiap user tinggal membuat direktori public_html didirektori homenya.

                AccessFileName .htaccess
Digunakan untuk untuk menentukan nama file untuk keperluan control akses direktori.

       UseCanonicalName Off
Digunakan untuk menentukan apakah server akan menggunakan self-referencing URL address atau tidak. Beberapa klien yang mengakses server memerlukannya namun kebanyakan  tidak memerlukan sama sekali. Sebaiknya di-offkan saja.

       DefaultType text/plain
Diguanakn untuk menentukan tipe content default apabila server gagal menentukan tipe MIME tertentu.

       HostnameLookups Off
Digunakan untuk menentukan apakah DNS akan selalu dilihat apabila klien mengakses server.

       ErrorLog logs/error_log
Digunakan untuk menetukan nama file yang digunakan untuk mencatat semua error yang terjadi selama operasional.           

       LogLevel warn
Digunakan untuk menentukan level log yang akan dismpan pada file yang telah ditentukan oelh ErrorLog. Optionnya cukup banyak <emerg|alert|crit|errors|warn|debug>. Semakin tinggi level yang ditentukan semakin banyak pesan yang dapat dibaca pada file log, hanya saja kerja server akan menurun.

LogFormat "%h %l %u %t \"%r\" %>s %b \"%{Referer}i\" \"%{User-Agent}i\"" combine
LogFormat "%h %l %u %t \"%r\" %>s %b" common
LogFormat "%{Referer}i -> %U" referer
LogFormat "%{User-agent}i" agent
Digunakan untuk mendefinisikan format yang akan digunakan oleh log file. Defaultnya seperti sintak di atas.
Berikut dijelaskan sedikit mengenai formatnya :
o    %h = remot host
o    %l  = remote Logname
o    %u = remote user
o    %t  = Time
o    %r  = First Line Of Request.
o    %s = Status. Menunjukkan status terakhir dari request.
o    %b = Jumlah Byte yang dikirim client, dalam format CLF (“-“ bila tidak ada byte yang dikirim).
o    %{Referer}I          = Isi dari Tag Referer pada Header
o    %{User-Agent}I    = Isi dari Tag User-Agent pada Header.
o    %U = URL yang diminta (direquest)
o    combined, common, referer dan agent yang tertulis pada bagian belakang directive adalah nickname untuk memudahkan proses pemanggilan oleh directive CustomLog.

Alias /icons/ "C:/Program Files/Apache Group/Apache/icons/"

Digunakan untuk menentukan alias dari suatu direktori. Misalnya direktori "C:/Program Files/Apache Group/Apache/icons/"
hanya menjadi /icons/ saja.

       IndexOptions FancyIndexing
Digunakan untuk menentukan letak direktori index yang akan mengelompokkan file-file tertentu yang sejenis.

       AddIcon /icons/tar.gif .tar
Digunakan menentukan nama icon serta extensionnya. Sintaknya :
AddIcon <icon-name> <extension>

       AddIconByEncoding (CMP,/icons/compressed.gif) x-compress x-gzip
Digunakan untuk menentukan nama icon untuk keperluan MIME_Encoding. Sintaknya :
AddIconByEncoding <icon> <MIME-type>

       AddIconByType (TXT,/icons/text.gif) text/*
Digunakan untuk menentukan nama icon untuk keperluan FancyIndexing.

       ReadmeName README
       HeaderName HEADER
Digunakan untuk menentukan file yang berfungsi sebagai footer dan header.

             
AddEncoding x-compress Z
AddEncoding x-gzip gz tgz
Digunakan untuk keperluan MIME encoding. Sebaiknya dibiarkan apa adanya.

AddLanguage en .en
AddLanguage et .ee
AddLanguage fr .fr
Digunakan untuk menentukan language-MIME encoding dengan file extension yang digunakan.

AddType <content-type> <extension>
Digunakan untuk menambahkan module-module yang digunakan dalam server apache. Misalnya untuk mengaktifkan (meload) modul php maka ditambahkan :
AddType application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php-source .phps
LoadModule php4_module c:/php/sapi/php4apache.dll
AddType application/x-httpd-php .php4
ScriptAlias /php4/ "C:/php/"
Action application/x-httpd-php4 "/php4/php.exe"
AddType application/x-httpd-php4 .php .php3 .phtml
AddType application/x-tar .tgz

Pada baris ke 6 terakhir ini kita harus menambahnya sendiri jika kita ingin menginstal PHP sebagai modul web di webserver. Script ini juga dapat dilihat ketika kita mengekstrak software PHP setelah kita mendownloadnya.
Powered by Blogger.