Album Siswa Lulusan 2017 - 2018

album siswa lulusan tahun 2016 smk yappi wonosari


Ini adalah daftar album foto siswa Kelas XII Listrik


001 ABDUL APRIYANTO XII LIS
002 AGUNG HARYANTO XII LIS
003 AGUNG WAHYUDI XII LIS
004 ALFIAN FIQI SANTOSA XII LIS
005 ALFIAN SAPUTRA XII LIS
006 ANTON TRIANTORO XII LIS
007 ARDIGA ROHID FERNANDI XII LIS
008 BAYU PAMUNGKAS XII LIS
009 BONDAN RIFANI XII LIS
010 DWIKI APRIANTO XII LIS
011 EAGLE SATRIA MANDALA XII LIS
012 FIKI NURHIDAYAT XII LIS
013 JADUK BIMA ADIAKSA XII LIS
014 KURNIAWAN SAPUTRO XII LIS
015 MUHAMMAD RAYHAN ALASMA XII LIS
016 MUKHLISIN NUR HADIANSAH XII LIS
017 NGIMADUDIN NUR AZIZ XII LIS
018 PANJI RISKIAN XII LIS
019 RIO NOFIYANTO XII LIS
020 SEPTIAN DWI SAPUTRA XII LIS
021 TEOFI HENDRA XII LIS
022 UNGGUL SATRIYO LEGOWO XII LIS
023 YULIAN ARIYANTO XII LIS


Album Siswa Lulusan 2016-2017

album siswa lulusan tahun 2016 smk yappi wonosari


Ini adalah daftar album foto siswa Kelas XII Listrik


1 5878 ABAS SUBANDRIYO
2 5879 ADITYA WAHYU M.
3 5880 ADITYA LISTIYANTO
4 5881 ALIF QOIRUL SIDIQ
5 5882 ARIF MUNANDAR
6 5883 ARJUNO EDO SUDRAJAD
7 5884 BERLINDO FAJARI
8 5885 DIAN RAHMAT DANI
9 5886 DIAZ ALI SAPUTRA
10 5887 EKO BOWO SAPUTRA
11 5888 FAHRI KHOLIDIYANTO
12 5889 GANJAR RIBUT N
13 5890 GILANG KUNCORO AJI
14 5891 HENDRY VAHRUDIN
15 5892 HERI KRISTANTA
16 5893 IBNU BAYU SAPUTRA
17 5894 JAGAD GUMELAR
18 5895 KOMARUDIN HARYADI
19 5896 MOHAMMAD HENDRA OKI S
20 5897 MUHAMMAD ARVIAN DWI P
21 5898 MUHAMMAD FUAD ABDUL H
22 5899 MUHAMMAD YUSUF SYAH R
23 5900 NOVI SETIAWAN
24 5901 OKTA ADIT SUBAGYA
25 5902 RIDWAN NUR ROKHIM
26 5903 RIFKI EKO SAPUTRA
27 5904 RIZAL ARIFIN
28 5905 SEPTIAN TRI ISTANTO
29 5906 TRIYONO
30 5907 WAHID HERMAWAN
31 5908 WAHYU TRI HANDONO
32 5909 YUSUF BANI IRIANSYAH


Target Kemendikbud Dalam Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017



Dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kompetitif, dan berkarakter, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya melakukan pengembangan pendidikan dan kebudayaan dengan merujuk pada Nawacita yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, yakni peningkatan kualitas hidup, revolusi karakter bangsa, peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, serta memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Arah kebijakan pembangunan pendidikan tahun 2017, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis malam (01/09/2016), di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta. Terdapat tujuh arah kebijakan pembangunan pendidikan tahun 2017, yakni memenuhi pembiayaan kegiatan prioritas nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017 untuk pencapaian Nawacita.

“Penekanan pada upaya peningkatan kualitas pembelajaran di semua jenjang dan jalur pendidikan, baik negeri maupun swasta, dengan kesenjangan kualitas yang semakin kecil,” tutur Mendikbud saat menyampaikan arahan kebijakan pendidikan kedua didepan 38 orang anggota Komisi X DPR RI kemarin malam.

Arah kebijakan pendidikan selanjutnya adalah memberikan perhatian lebih besar pada daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), memastikan masyarakat miskin dan kelompok marjinal lebih mudah mengakses layanan pendidikan dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender, memanfaatkan anggaran pembangunan pendidikan semaksimal mungkin dirasakan oleh masyarakat, memastikan keterlibatan publik secara maksimal, dan memperkuat tata kelola pembangunan pendidikan dan kebudayaan, termasuk pelaksanaan anggaran secara transparan dan akuntabel.               

Selain menyampaikan arah kebijakan pembangunan pendidikan, Mendikbud juga menyampaikan tujuh arahan kebijakan pembangunan kebudayaan tahun 2017. Arah kebijakan tersebut adalah meningkatkan pemahaman publik akan arti penting dari nilai-nilai luhur sejarah dan budaya bangsa dan relevansinya bagi kehidupan masakini di berbagai sektor, dan bekerjasama dengan berbagai kementerian dan lembaga baik dalam negeri dan lembaga negara lain untuk meningkatkan toleransi dan meredam kekerasan sektarian.

Kemudian meningkatkan pendidikan seni dan budaya sejak usia dini dan menyediakan sarana dan prasarana kesenian baik untuk keperluan produksi maupun apresiasi, mengembangkan sistem registrasi dan pengelolaan warisan budaya yang efektif, membuka pusat-pusat kegiatan seni dan budaya (rumah budaya) di daerah pinggiran, meningkatkan promosi budaya antar daerah. “Kami juga akan mengembangkan indeks pembanguan manusia (IPM/HDI) untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia di bidang kebudayaan,” ujar Mendikbud.

Dengan membuat arah kebijakan, maka target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan dapat ditentukan. Terdapat enam target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan, pertama yakni penguatan pelaku pendidikan yang berdaya. Penguatan pelaku pendidikan ini Kemendikbud akan meningkatkan kompetensi, kinerja dan apresiasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan, kemitraan dan penguatan peran orangtua, pelibatan masyarakat dalam aktivitas pendidikan. “Untuk mewujudkan Nawacita dalam revolusi karakter bangsa, kami akan meningkatkan pendidikan kewarganegaraan dan karakter bangsa,” kata Mendikbud.

Target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan kedua adalah meningkatkan akses pendidikan. Untuk peningkatan akses pendidikan, target Kemdikbud tahun 2017 adalah memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 17,9 juta siswa, membangun 210 unit sekolah baru, membangun 2.500 ruang kelas baru, merehabilitasi 41 ribu ruang kelas, merenovasi 294 sekolah, membangun 2.140 laboratorium atau ruang praktek, dan membangun 1.332 perpustakaan.

Selanjutnya untuk target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan ketiga adalah membantu peningkatan kualifikasi kepada 14 ribu guru, memberikan insentif guru Non-PNS kepada 116 ribu guru, memberikan tunjangan khusus kepada 24 ribu guru, menyediakan 796 ribu guru pembelajar, menyediakan 14 ribu bantuan peralatan pendidikan, melakukan sertifikasi kepada 100 ribu guru, memberikan bantuan keaksaraan kepada 96 ribu orang, sebanyak 3.500 guru akan mengajar di daerah terdepan/GGD, 7,6 juta siswa akan mengikuti Ujian Nasional, melakukan pendampingan kepada 74 ribu sekolah dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, mengakreditasi 40 ribu sekolah dan lembaga.

Target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan keempat adalah peningkatan dan penguatan pelestarian dan diplomasi budaya. Pada target dan sasaran keempat ini Kemendikbud akan mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat budaya lokal, meningkatkan proses pertukaran budaya untuk kemajemukan sebagai kekuatan budaya.

“Kita juga akan melestarikan atau meregistrasi 13 ribu cagar budaya, membangun dan merevitalisasi 122 museum, merevitalisasi 75 desa adat, memberikan bantuan kepada 175 komunitas budaya dan sejarah, dan memberikan bantuan alat kesenian kepada 100 sekolah,” jelas Mendikbud.

Kemudian target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan kelima adalah peningkatan dan penguatan pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa. Pada target dan sasaran ini Kemendikbud akan mempercepat pengembangan kosakata, pengembangan literasi sekolah, pengembangan laboratorium kebhinekaan, dan menyebarluaskan bahasa negara. “Sebanyak 220 pengajar BIPA akan dikirimkan ke luar negeri, dan akan menambahkan sebanyak 36.400 Lema,” jelas Mendikbud.

Terakhir, target dan sasaran pendidikan dan kebudayaan keenam adalah penguatan tata kelola dan partisipasi publik. Target Kemendikbud pada tahun 2017 akan mempertahankan opini BPK yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Mendapatkan nilai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 80, dan mendapatkan nilai indeks kepuasan pemangku kepentingan 77.

“Beberapa kegiatan prioritas untuk mendukung penguatan tata kelola dan partisipasi publik akan melakukan penguatan terhadar pengawasan internal melalui Satuan Pengawas Internal, Meningkatkan kualitas pengelola keuangan, Penguatan e-Procurement, e-Office, simkeu, e-planning, simbaja, dan peningkatan layanan Unit Layanan Terpadu,” pungkas Mendikbud.


***
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

sumber : www.kemdikbud.go.id

Negara Hadir Untuk Tingkatkan Pendidikan di Daerah 3T

Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI untuk peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di daerah 3T setelah melalui beberapa tahap seleksi, hari ini Rabu, (08/31/2016) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata resmi melepas guru SM-3T yang dilakukan secara daring atau konferensi video langsung dari kantor Kemendikbud, yang terkoneksi ke beberapa Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menjadi tempat pelatihan guru-guru tersebut.

Pada tahun ke-6 penyelenggaraan SM-3T, Kemendikbud bekerjasama dengan LPTK melakukan seleksi tidak kurang dari 23 ribu sarjana pendidikan yang telah mendaftar, dan terpilih 3000 peserta yang akan ditempatkan di 56 Kabupaten, 21 Provinsi, di Indonesia. Para guru tersebut akan mengajar selama satu tahun dan menjadi ujung tombak kemajuan pendidikan di daerah 3T.

Guru SM-3T sebelum penempatan di daerah 3T, terlebih dahulu diberikan pelatihan Pra-Kondisi yang diselenggarakan di 12 LPTK, yaitu: Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Negeri Makassar, Universitas Gorontalo, dan Universitas Syiah Kuala. Selama 17 hari mengikuti kegiatan Pra-Kondisi, mereka mendapatkan berbagai bekal akademik dan non-akademik. Bekal akademik meliputi gerakan nasional revolusi mental, pembekalan kurikulum 2013, kepemimpinan dan manajemen pendidikan sekolah, dan perencanaan kegiatan tahunan. Sedangkan bekal non-akademik meliputi keterampilan sosial kemasyarakatan, manajemen risiko, wawasan kebangsaan, dan keterampilan untuk menghadapi hambatan dan ringtangan di daerah 3T. 

Dengan adanya program SM-3T, diharapkan dapat membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan, terutama kekurangan tenaga guru. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan pengalaman pengabdian kepada para sarjana sehingga terbentuk sikap profesional, cinta tanah air, dan memiliki jiwa pengabdian di dunia pendidikan. 

Pada kesempatan ini beberapa LPTK menyampaikan laporan persiapan pelaksanaan program SM-3T. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam konferensi video menyampaikan telah lolos wawancara sebanyak 570 peserta. Para peserta tersebut diberikan pelatihan pra-kondisi bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menumbuhkan ketahanan mental, sehingga para peserta tersebut siap melaksanakan program dengan baik. Para peserta tersebut akan bertugas di 10 kabupaten dan diberangkatkan pada tanggal 3 September 2016.

Selain itu, Universitas Negeri Makassar (UNM) menyampaikan peserta yang telah lolos pra-kondisi sebanyak 328 orang, dan akan ditempatkan di 6 kabupaten. Para peserta tersebut akan diberangkatkan pada tanggal 5 dan 6 September 2016. Sedangkan Universitas Negeri Gorontalo menyampaikan sebanyak 29 peserta akan berangkat ke daerah 3T. Hari Kamis tanggal 1 September 2016 beberapa peserta SM-3T dari Universitas Negeri Gorontalo akan diberangkatkan ke Berau Kalimantan Timur.

Pada kesempatan ini, Kemendikbud juga memberikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada Guru dan Tenaga Kependidikan yang akan dikirim ke Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Pembukaan pemberian pembekalan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, hari ini, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, dihadiri oleh 506 orang terdiri atas 35 guru TK, 171 guru SD, 100 guru SMP, 40 guru SMA, 30 guru SMK, 4 guru SLB, dan 20 guru untuk Sekolah Satu Atap serta 56 Kepala Sekolah, 41 Pengawas Sekolah, dan 8 orang Pendamping dari Dinas Pendidikan, mewakili 19 kecamatan di Kabupaten Poso.

Kegiatan pembekalan wawasan kebangsaan bagi guru dan tenaga kependidikan Kabupaten Poso bertujuan membangun wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dan bangsa bagi guru dan tenaga kependidikan, menumbuhkan motivasi untuk selalu belajar dan meningkatkan kompetensinya sebagai guru dan tenaga kependidikan yang berintegritas. 

Kegiatan ini akan berlangsung di Jakarta mulai tanggal 30 Agustus s.d. 5 September 2016. Para peserta tersebut sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Poso akan menerima pembekalan materi dari beberapa narasumber yang berasal dari Staf Ahli Mendikbud, perguruan tinggi, praktisi pendidikan, politisi, dan budayawan. Narasumber tersebut yakni Anies Baswedan, Ari Budiman, Baedhowi, Fasli Djalal, Ferdiansyah, Furqon, Syawal Gultom, Noor Rochman Hadjam, dan Tim dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud.

Materi yang diberikan terkait dengan proses pembelajaran dan pembangunan karakter, yang meliputi materi tentang kebijakan peningkatan kompetensi guru, apresiasi wawasan kebangsaan, peace education and pedagogical alternative, merajut tenun kebangsaan, guru dan keamanan, pengelolaan sekolah/kelas, guru dan tenaga kependidikan yang berintegritas, cinta tanah air dan bangsa, keberagaman dalam proses pendidikan, proses pembelajaran kurikulum 2013, dan wisata edukasi ke taman mini dan Planetarium.




Sumber : www.kemdikbud.go.id
Powered by Blogger.